candarsrageni

Senin, 17 Januari 2011

ISLAM KTP DALAM PERSPEKTIF ISLAM MURNI

PENDAHULUAN


Islam adalah agama yang sangat sempurna dari mulai ilmu pengetahuannya atau yang lain-lain, begitu juga dengan orang yang beragama islam juga dapat dibedakan menjadi dua yaitu: Islam KTP dengan Islam Beriman kenapa saya berani menyebut seperti itu, karena ini adalah hal yang banyak terjadi di masyarakat Indonesia seperti yang anda ketahui banyak orang Minum-Minuman keras ( Beralkohol ), Main Judi, atau hal lainnya yang dilarang oleh agama Islam, ini menunjukkan masih lemahnya iman seseorang yang tidak mau Tawakal dan cara menyelesaikan permasalahan dengan cara yang dilarang oleh agama atau dia hanya mementingkan kehidupan duniawinya.

Berbeda dengan Islam beriman dia selalu takut dengan apa yang dilarang oleh Allah SWT dan selalu menjalankan apa yang diperintahnya, dan dia selalu mengamalkan ajaran agama islam agar dapat berkembang lebih luas lagi. Selain itu orang yang bener- bener yakin dengan agama Allah yang di bawa oleh Rossullnya akan selalu berhati- hati menjalani perilaku kehidupannya, karena mempercayai bahwa tolak ukur untuk aqidah seseorang terletak pada perilaku yang serius dalam menjalankan praktek keagamaannya. Maka untuk itulah agar menjadi Muslim yang selau taat dengan perintah Allah SWT dan Rosullnya selalu menjadikan kepentingan agama menjadi nomer satu/utama


PEMBAHASAN


  A. Pengertian Islam KTP
Yang disebut Islam KTP adalah orang yang di dalam KTP disebut beragama Islam, tetapi dianggap bukan pemeluk Islam yang taat karena tidak menjalankan ibadah ritual seperti salat, zakat, atau haji. Kalau mereka berpuasa dan berderma, mungkin tidak seluruh puasa dan derma itu sama dengan puasa dan zakat yang sesuai dengan syariat Islam. Terkesan istilah Islam KTP bermaksud menunjukkan bahwa mereka tampaknya Islam, tetapi bukan Islam yang sesungguhnya. Setelah banyak sekali mereka yang kita sebut Islam KTP menjalankan ibadah mahdhoh (ritual) dengan tekun, apakah hampir semua muslim di Indonesia bisa kita sebut sebagai pemeluk Islam yang taat? Kalau kriteria Islam taat itu adalah bersalat, berhaji, dan berderma, jawabannya pasti positif. Tetapi, kita perlu meninjaunya dari sudut pandang yang lebih luas. Kita saksikan di dalam kehidupan sehari-hari terdapat realitas yang amat bertentangan dengan fakta itu. Praktik korupsi makin marak di pusat maupun daerah. Kejujuran atau sikap amanah masyarakat tidak menggembirakan. Rasa saling percaya dalam masyarakat menipis. Sudah banyak anak Islam seusia pelajar  yang berhubungan seks. Amat sulit bagi kita menjelaskan kontradiksi seperti itu. Salat, puasa, dan haji adalah simbolisasi ibadah mahdhoh, yang bersifat ragawi. Substansi atau tujuan tiga ibadah itu, yang bersifat batiniah, tidak berbeda dengan salat, kita diharapkan tercegah dari perilaku keji dan mungkar.

Kita juga menyaksikan banyak muslimin yang sudah berhaji (dan mungkin berumrah berkali-kali), tetapi dampak ibadah haji dan umrah itu belum sesuai dengan harapan. Seakan ibadah vertikal (kepada Tuhan) dan perilaku sosial (yang berpotensi ibadah) tidak menyambung dan terputus, bahkan bertolak belakang. Padahal, seharusnya ada kaitan yang kuat antara ibadah ritual (vertikal) dan sosial..

Apakah sebutan yang tepat bagi muslimin/muslimat yang beribadah mahdhoh, tetapi perilakunya buruk? Islam KTP atau Islam taat? Kalau taat secara ragawi, tetapi tidak taat secara batiniah, apakah masih layak disebut Islam yang taat? Tidak mudah menjawab pertanyaan itu. Atau lebih baik dihilangkan saja istilah Islam KTP dan Islam taat? Yang penting, umat Islam harus taat menjalankan ibadah ritual dengan baik sehingga berdampak positif terhadap perilaku kita. Kita berjuang menjadi orang baik, yang berlaku baik terhadap orang lain, apa pun agamanya, apa pun pangkatnya, tidak peduli kaya atau miskin.



 B. Nilai Islam murni terhadap islam KTP
Dari fenomena yang ada bahwa sudah merasa beragama Islam yang tertuliskan pada kartu KTP merasa sudah mempunyai agama, hal ini bagi mereka bahwa pengakuan tersebut hanya yang terpenting untuk bisa mendapat pengakuan sah terhadap Negaranya. Hal ini lah yang tidak di sadari bagi mereka yang beragama tersebut, bahwa Agama dianggap biasa-biasa saja, padahal apabila sudah Islam haruslah mempraktekkan apa yang sudah di syariatkan dalam hukum islam yang sebenarnya. Oleh karena itu orang islam yang yang murni/ benar-benar mengamalkan Agamanya tidaklah di pandang sebagai orang islam, sebab orang islam tidak hanya dalam lahirnya saja tapi juga batinnya ataupun seluruh jiwa raga untuk islam dan benar-benar mengamalkan agama samawi ini. Hal ini orang Islam yang murni mempunyai keyakinan bahwa beragama, kushusnya agama Islam bukanlah ciptaan manusia tetapi agama yang di turunkan oleh sang pencipta(Allah Swt) melalui pelantara utusannya sebagai peraturan dalam menjalani kehidupan ini. Tapi dalam anggapan mereka bahwa semua agama itu sama, yang terpenting dalam menjalani hidup saling rukun, tidak merugikan orang lain. Di dalam keseharian hidupnya menurutnya sah- sah saja, namun di hadapan sang pencipta nanti hal ini akanlah mendapat pertanggungjawaban atas apa yang di lakukan dalam hidupnya. Untuk itulah agar dapat mengurangi islam ktp dalam hidup ini, bah agar tidak ada lagi istilah islam ktp dalam hidup ini, maka perlulah ada pembinaan, penjelasan makna beragama yang sebenarnya ( khususnya agama islam) sehingga akan menjadi mengerti cara beragama yang sebenaranya itu. Yang pada akhir hidupnya nanti tidak menjadi manusia yang merugi.

KESIMPULAN

Islam KTP adalah orang yang mengaku beragama Allah SWT/ percaya kepada adanya sang pencipta  namun secara kenyataan tidak pernah mempraktekan/ mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam islam sendiri, seperti sholat, puasa , zakat, berhaji, sebab menurutnya belum ada kekuatan untuk melaksanakanya.